Home / Aplikasi / Tools untuk Konversi, Enkripsi, Encode dan Hashing Text

Tools untuk Konversi, Enkripsi, Encode dan Hashing Text

Pada artikel kali ini, saya akan berbagi tools sederhana yang dapat membantu kita untuk Konversi, Enkripsi dan Encode sebuah text maupun kalimat. Dengan tools Konversi, Enkripsi, Encode dan Hashing Text ini kita dapat konversi sebuah text ke dalam berbagai kategori yaitu:  Mengubah text (Aphabet) yang fiturnya terdiri dari Tulisan Terbalik, Tulisan Alay, Kode Morse dan Kode Navajo. Untuk kategori Konversi Angka (Numeric) memungkinkan untuk konversi dari bilangan Desimal, Biner, Oktal, Heksadesimal dan Bilangan Romawi. Khususnya bagi kita yang bergelut di bidang komputer(TI) terdapat kategori Chiper text yang dapat konversi sebuah teks kedalam  Atbash Latin, Caesar Chiper, Vigenere Chiper, ROT13, Baudot Murray dan Pigpen Chiper. Terdapat juga Encoding Base64 serta Hash yang terdiri dari MD5 dan SHA1.

Konversi enkripsi dan encode text

Untuk lebih jelasnya fitur apa saja yang terdapat tools ini, berikut ini penjelasan masing-masing kategori:

1. Mengubah text

  • Tulisan terbalik

    Fitur untuk mengubah tulisan menjadi terbalik mungkinkan kita untuk membalik ejaan sebuah kalimat dengan cepat. Sebagai contoh, kita memiliki sebuah kalimat “Buah mangga buang kedongdong”. Hasil ketika kalimatnya dibalik menjadi “gnodgnodek haub aggnam hauB”.

  • Html Entities

    Bagi yang bergelut dalam bidang pemrograman web tentu sudah tidak asing lagi dengan HTML Entities. HTML Entities merupakan sebuah fungsi untuk mengubah Tag HTML menjadi karakter yang nanti nya akan muncul di browser sebagai karakter special yang tidak dibaca oleh browser sebagai Tag HTML. Contohnya karakter “@” ketika di ubah menggunakan fungsi HTML Entities menjadi “@”

  • Kode Morse

    Anak Pramuka tentu sudah terbiasa menggunakan Kode Morse. Kode Morse atau dikenal juga dengan sebutan Sandi Morse merupakan sistem representasi huruf, angka, tanda baca dan sinyal dengan menggunakan kode titik dan garis yang disusun mewakili karakter tertentu pada alfabet atau sinyal (pertanda) tertentu yang disepakati penggunaannya di seluruh dunia. Sebuah kalimat “saya sedang membaca” dalam kode morse menjadi “… .- -.– .- / … . -.. .- -. –. / — . — -… .- -.-. .-“. Dengan Tools ini, memungkinkan kita juga untuk mengembalikan(decode) kode Morse menjadi Text.

  • Tulisan Alay

    Namanya juga tulisan alay, biasanya di buat oleh anak ababil menjadi kalimat dalam status, pesan,SMS, dlsb. Selain membacanya memakan memori, saya pribadi sangat kesel ketika membaca tulisan alay ini :). Dengan tools ini memungkinkan kita membuat tulisan alay dengan cepat, dan disediakan juga level kerumitan tulisannya. Sebagai contoh, sebuah kalimat “Sungguh cantik dirimu” ketika di ubah menjadi tulisan alay hasilnya “Sv|\|96uh [antik dirim[_]”. Silakan gunakan tools ini dan sesuaikan sendiri level kerumitannya.

  • Navajo Code

    Kalau anda pernah menonton film Windalkers(2002), film yang berlatar belakang perang dunia II yang dibintangi Nicholas Cage pasti tahu tentang Navajo Code. Dalam Film ini menceritakan perang dunia ke II antara AS dan Jepang, pasukan Amerika Serikat(AS) merekrut penduduk suku Navajo untuk berkomunikasi dalam radio selama perang. Meskipun pihak Jepang dapat menyadap informasi yang di kirim melalui radio tentara AS, tetapi membingungkan pihak Jepang untuk memahami makna dari informasi yang di kirimkan karena bahasanya aneh dan tidak pernah mereka dengar. Bahasa Navajo cukup unik, silakan coba sendiri menggunakan tools ini.

2. Konversi Numeric

Di dalam dunia komputer (juga di elektro), terdapat empat format bilangan yaitu bilangan biner, oktal, desimal dan heksadesimal. Bilangan biner, basis 2 atau binary digit (bit) adalah bilangan yang terdiri dari 1 dan 0. Bilangan oktal (basis 8) terdiri dari 0,1,2,3,4,5,6 dan 7. Sedangkan bilangan desimal (basis 10) terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Dan bilangan heksadesimal (basis 16) terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E dan F. Keempat bilangan itu saling berkaitandan dapat di konversi satu sama lain. Tools Ini mempermudah kita untuk konversi antar bilangan tersebut.

Dalam tools ini juga terdapat konversi ke angka Romawi. Bilangan Romawi masih banyak digunakan sampai saat ini untuk keperluan penomoran. Angka Romawi berbasis desimal dan simbol pada angka Romawi terdiri dari karakter dasar dan karakter kombinasi.

3. Enkripsi Text

Enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca secara langsung seperti layaknya sebuah teks biasa. Enkripsi biasanya digunakan untuk tujuan keamanan, terutama untuk memastikan integritas dan autentikasi dari sebuah pesan. Pesan yang sudah di enkripsi disebut dengan Ciphertext. Sedangkan Dekripsi merupakan kebalikan dari Enkripsi, yaitu proses merubah pesan yang sudah di enkripsi (ciphertext) ke dalam bentuk aslinya sehingga informasi dalam pesan tersebut dapat dibaca/dimengeti.

  • Atbash Latin

    Atbash latin cipher merupakan jenis enkripsi monoalphabetic yang dibentuk dengan mengambil alfabet (abjad, suku kata, dll.) dan memetakannya secara terbalik, sehingga huruf pertama menjadi huruf terakhir, huruf kedua menjadi huruf kedua paling akhir dan seterusnya. Misalnya, seperti gambar berikut:
    Atbash Latin
    Kata “FEODORA” dalam bentuk atbash latin adalah “UVLWLIZ”

  • Caesar Cipher

    Caesar Cipher atau kode Caesar atau dikenal juga dengan Geseran Caesar merupakan salah satu teknik enkripsi sederhana dan paling terkenal. Nama Caesar diambil dari Julius Caesar, seorang diktator Romawi yang pada masa kejayaannya menggunakan sandi ini untuk berkomunikasi dalam perang dengan para panglimanya. Caesar Chiper termasuk jenis enkripsi substitusi dimana setiap huruf pada teks digantikan oleh huruf lain yang memiliki selisih posisi tertentu di dalam alfabet. Sebagai contoh, jika menggunakan geseran sebanyak 4, maka huruf A menjadi E, B menjadi F dan seterusnya. Jadi sebagai contoh, kita memiliki plaintext(teks asli) berupa kalimat “SELAMAT DATANG DI ITGEEK” ketika di ubah menjadi Caesar Chiper menggunakan 4 geseran hasilnya “WIPEQEX HEXERK HM MXKIIO”

  • Vigenere Cipher

    Vigenere Chiper tidak jauh berbeda dan merupakan pengembangan dari Caesar Chiper, hanya saja Vigenere Chiper terdiri dari beberapa nilai geseran yang berbeda. Untuk mengenkripsi suatu pesan, digunakan sebuah tabel alfabet yang disebut tabel Vigenère. Tabel Vigenère berisi alfabet yang dituliskan dalam 26 baris, masing-masing baris digeser satu urutan ke kiri dari baris sebelumnya sehingga membentuk ke-26 kemungkinan sandi Caesar. Setiap huruf dienkripsi dengan menggunakan baris yang berbeda-beda, sesuai kata kunci yang diulang. Berikut ini adalah tabel Vigenere Chiper:
    tabel vigenere chiperMisalnya, plaintext yang akan di enkripsi adalah “ILOVEYOU” dan kata kuncinya adalah “FEODORA”. Kata kunci “FEODORA” diulang sampai jumlah hurufnya sama dengan teks asli, sehingga menjadi FEODORAF. Huruf pertama pada teks asli adalah I di enkripsi dengan huruf pertama pada kata kunci yaitu (lihat gambar tabel Vigenere), hasil pertemuan pada baris I dan kolom F di tabel Vigenere adalah N. Begitu juga huruf kedua pada teks asli yaitu L dienkripsi dengan huruf kedua pada kata kunci yaitu E, pada tabel Vigenere hasilnya adalah huruf P, lakukan hal yang sama hingga semua huruf sudah di enkripsi. Jadi teks asli “ILOVEYOU”, dienkripsi menggunakan Vigenere dengan kata kunci “FEODORA” hasilnya adalah “NPCYSPOZ”.

  • ROT13

    ROT13 atau rotate by 13, putar sebanyak 13 kali merupakan jenis enkripsi sederhana yang menggunakan abjad dengan pergeseran sebanyak 13 huruf. Jadi huruf A diganti dengan N, huruf B diganti dengan O dan seterusnya. ROT13 banyak digunakan dalam forum-forum diskusi agar spoiler, jawaban teka-teki maupun kata-kata kotor semacamnya tidak terbaca secara langsung.

4. Encode Text

Encode (encoding) berbeda dengan Enkripsi, walaupun secara bentuk hasil dari encode dan enkripsi berupa teks yang berbeda dengan teks aslinya. Encoding bertujuan mengubah data agar dapat digunakan pada berbagai macam sistem. Dalam proses encoding, biasanya akan digunakan cara yang sudah tersedia secara umum (seperti base64) dan untuk mengembalikan ke bentuk aslinya (decoding) tidak memerlukan adanya kunci (public atau private) yang penting kita tahu jenis algoritma yang di gunakan untuk meng-encode sebuah data.

  • Base64

    Base64 merupakan sebuah skema encoding yang merepresentasikan data biner kedalam format ASCII sehingga hasilnya menjadi printable dan data tidak dapat dimodifikasi dalam proses pengiriman. Sebagai contoh penerapan Base64 yaitu dalam pengiriman email via MIME dan juga pada encoding URL. Base64 didesain sedemikian rupa sehingga dapat disimpan dan ditransfer melewati media yang didesain untuk menangani data tertentu. Pada tools ini, kita dapat encode dan decode sebuah text/ kalimat dengan mudah.

5. HASH Text

Hashing digunakan untuk memastikan keutuhan (integritas) sebuah data. Data(text) yang sudah di hashing tidak akan dapat dikembalikan ke bentuk aslinya sehingga tidak ada yang namanya dehashing :). Hashing umumnya diterapkan dalam proses authentication. Sebagai contoh, ketika login ke sebuah website, password yang kita ketikkan dihashing dan untuk memvalidasi password akan di cocokkan dengan nilai hashing yang tersimpan di database.

  • MD5

    MD5 adalah singkatan Message Digest 5, merupakan fungsi hash kriptografi yang digunakan secara luas dengan hash value 128bit. Algoritma dalam MD5 adalah membentuk hash secara searah(one-way encription) sehingga sebuah text yang sudah di hasing ke MD5 tidak dapat dikembalikan ke text asli. Algoritma dalam MD5 yaitu dengan mengambil data secara acak baik tulisan ataupun biner sebagai input dan menghasilkan ukuran hasil dalam bentuk yang tetap sebagai outputnya. MD5 dimanfaatkan dalam banyak aplikasi keamanan dan juga dalam pengujian integritas file/berkas.

  • SHA1

    Sama halnya dengan MD5, SHA1 atau Secure Hash Algorithm 1 merupakan hash searah dan  jumlah karakter hasil hash selalu sama. Hasil dari sha1 adalah data dengan lebar 20 byte atau 160 bit, biasa ditampilkan dalam bentuk bilangan heksadesimal 40 digit. Topik mengenai MD5 dan SHA1 akan kita bahas pada artikel tersendiri.

Untuk lebih jelasnya tentang Tools sederhana ini, silakan langsung akses Tools Konversi, Enkripsi dan Encoding Text di sini

Semoga Bermanfaat!

Comments

comments

Tutorial Lain

Istilah-istilaah dalam BBM yang bakal di rindukan

Istilah-istilah dalam BBM (Blackberry Messenger) yang bakal dirindukan

Blackberry Messenger (BBM) akhirnya menyelesaikan perjuangannya dalam persaingan platform berbagi pesan seperti WhatsApp, Line, hingga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *