Home / Internet / Hasil Riset, Puluhan Juta Pengguna Twitter adalah Bot

Hasil Riset, Puluhan Juta Pengguna Twitter adalah Bot

Keberadaan BOT ataupun sejenis program otomatis yang menyamar sebagai pengguna sungguhan dengan  memberikan like, melakukan retweet, dan following akun pengguna di Twitter bukanlah sebuah rahasia lagi.

Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah, berapa banyak jumlahnya?

Sebuah riset yang diakukan oleh University of Southern California dan Indiana University yang di publikasikan pada 9 Maret kemarin(lihat di sini), menyimpulkan bahwa total user yang terindentifikasi sebagai Bot mencapai 15 persen dari seluruh pengguna Twitter yang aktif setiap bulannya.

“Berdasarkan perkiraan kami, populasi bot berada di kisaran 9 hingga 15 persen,” ujar tim peneliti dalam hasil riset yang dipublikasikan, sebagaimana dirangkum dari CNBC (Kamis, 16/3/2017).

Jumlah pengguna Twitter yang aktif perbulannya sebanyak 319 juta, artinya pengguna yang bukan manusia (bot) mencapai 48 juta.

Jumlah bot tersebut lebih besar dibandingkan perkiraan Twitter sendiri yang hanya mematok sejumlah 8,5 persen. Para peneliti dalam riset menambahkan, bahwa jumlah bot bisa lebih besar lagi karena ada kemungkinan bot yang lebih canggih masih lolos dari deteksi.

Tim peneliti yang melakukan riset menggunakan sebuah framework pendeteksi bot yang mengevaluasi cici-ciri bot berdasarkan sejumlah kategori, seperti lingkup pertemanan, konten, jaringan dan sentimen tweet serta interval waktu tweet.

Hasil riset ini memberikan kabar buruk bagi Twitter yang sedang berjuang meningkatkan basis pengamanannya di tengah kompetisi dari sosial media lain seperti Instagram, Snapchat dan Facebook.

Di samping itu, salah seorang juru bicara Twitter mengatakan bahwa bot tidak selalu dipandang secara negatif. Dia memberikan contoh bot yang mengirimkan pesan/twitt peringatan bencana alam secara otomatis.

Hal yang disampaikan salah satu juru bicara twitter tersebut sejalan dengan pendapat peneliti dari University of Southern California, bahwa memang ada bot sosial yang melakukan tindakan bermanfaat seperti menyebarkan berita dan publikasi.

Walapun begitu, harus dicatat bahwa terdapat kecenderungan bot dimanfaatkan untuk hal-hal negatif yang mengarah ke cybercrime. Beberapa bot dapat meniru perilaku manusia untuk memalsukan dukungan politik dan juga mempromosikan propaganda serta rekrutmen terorisme.

Comments

comments

About Roberto Kaban

Roberto Kaban
Computer Enthusiast!! Simple, murah senyum, baik hati, malas makan, susah tidur dan rada rabun. :)

Tutorial Lain

Cybercrime dan Ancaman Terhadap Keamanan Jaringan

Sekarang ini komputer dan Internet menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan kita sehari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Inline
Inline