Home / Tips dan Trik / Cara Mengamankan Data Pada Komputer atau Laptop

Cara Mengamankan Data Pada Komputer atau Laptop

Seperti yang kita ketahui bahwa komputer dan laptop adalah tempat dimana banyak sekali untuk menyimpan data ataupun banyak terdapat file-file di dalamnya. Kita ketahui bahwa data adalah berupa sekumpulan informasi atau nilai dari sebuah pengamatan yang dapat berupa nilai, angka, lambang atau sifat yang sangat penting. Dimana data-data ataupun file yang sangat penting dan data-data yang bersifat rahasia, sehingga kita sangat berhati-hati dalam menjaga data pada komputer atau laptop. Bisa kita pastikan bahwa menyimpan data pada komputer atau laptop lebih mudah dan sangat efisien , dimana tempat penyimpanan data mempunyai ruang yang sangat besar untuk banyak menyimpan data dan kita dengan mudah mengakses jika kita membutuhkan data tersebut. Selain itu, penyimpanan data pada komputer atau laptop lebih menghemat biaya dan yang pastinya lebih cepat sehingga tidak membuat kita susah payah untuk menyimpan data dalam bentuk print atau lembaran kertas. Namun, sekarang yang jadi masalah adalah apakah data yang kita simpan terjamin keamanannya atau tidak? Dan data yang kita simpan tadi rawan pencurian data atau tidak?

Secara umum, kerusakan data adalah karena disebabkan oleh serangan virus atau malware.  Malware atau “Malicious Software” biasa diartikan sebagai perangkat lunak yang mencurigakan, dimana diciptakan untuk menyusup dan merusak sistem-sistem pada komputer ataupun laptop dan memiliki tujuan tertentu untuk mencari kesalahan di dalam software ataupun operating system. Malware juga dapat diartikan sebagai program yang  dapat mencuri data-data pribadi seseorang yang tentunya sangat merugikan pemilik. Malware juga biasanya berupa kode atau script yang dirahasiakan, dalam arti lain bisa disisipkan secara tersembunyi oleh pihak-pihak yang menciptakannya.

Jadi,  sebaiknya jika anda menyimpan data-data penting pada komputer ataupun laptop, sebaiknya harus anda cek kembali keamanan data pada komputer atau laptop agar data-data yang sangat penting dan bersifat rahasia tidak rusak ataupun tidak dicuri atau terhapus.

Mengamankan data yang ada di dalam komputer dan laptop sangat penting untuk dilakukan. Kata aman bisa kita artikan jika segala keadaan yang digunakan dan di akses sesuai dengan keinginan pengguna atau user terhindar dari berbagai serangan ataupun ancaman yang dapat merusak atau merugikan pengguna.

Jadi sebaiknya kita memiliki aspek untuk keamanan data kita yang meliputi sebagai berikut :

  1. Kerahasiaan

Meliputi sebagai berikut :

  • Data ataupun informasi pada sistem terjaga kerahasiaannya.
  • Hanya bisa diakses oleh pengguna ataupun pihak tertentu saja.
  1. Integritas

Meliputi sebagai berikut :

  • Keutuhan data serta konsistensi data tetap terjaga dan hanya dapat dimodifikasikan oleh dasar yang terotorisasi.
  1. Ketersediaan

Meliputi sebagai berikut :

  • Sumber daya tersedia saat diperlukan. Misalnya kita mudah untuk dapat mengakses data pada komputer ataupun laptop saat dimana kita membutuhkan data tersebut saat waktu yang sangat diperlukan.

Maka dari itu, ini ada beberapa cara mengamankan data pada komputer atau laptop antara lain adalah sebagai berikut :

  • Install antivirus

Cara ini adalah langkah pertama untuk mengamankan data pada komputer ataupun laptop anda. Menginstall antivirus dapat mencegah serangan virus-virus yang memungkinkan untuk merusak data-data anda. Sebaiknya anda menginstall antivirus versi terbaru untuk lebih meningkatkan keamanan data anda.

  • Lakukan pemindai (scanning) terhadap removable device

Cara ini harus anda lakukan jika anda menggunakan penyimpanan eksternal misalnya (hard disk eksternal, USB disk, maupun CD/DVD yang terkadang mengaktifkan auto-run) untuk menyimpan data ataupun mengambil data dari komputer atau laptop anda.

  • Mengcopy data ke beberapa partisi

Cara ini dilakukan agar data tetap aman. Dengan cara mengcopy data ke beberapa partisi. Misalnya komputer anda memiliki 3 partisi,  partisi C untuk sistem sedangkan partisi D dan E untuk data. Jadi anda bisa menyimpan data di dalam partisi D dan E sehingga jika data terhapus dari salah satu partisi tersebut, anda masih memiliki cadangan data di partisi lainnya.

  • Copy data ke penyimpanan eksternal

Penyimpanan eksternal dapat berupa seperti flash disk, hard disk eksternal dan memory card. Cara ini untuk menghindari jika data hilang di satu ataupun dua penyimpanan tetapi masih ada di tempat penyimpanan lainnya.

  • Copy ke CD/DVD

Cara ini dilakukan jika penyimpanan eksternal tidak aman dari ancaman virus ataupun kerusakan lainnya, dapat dilakukan berupa menyimpan data dalam sebuah CD/DVD. Sebelumnya burn data anda di CD ataupun DVD blank agar virus tidak bisa masuk ke dalam kepingan CD/DVD.

  • Menjaga kerahasian password dari orang lain

Sebaiknya anda tidak lupa untuk selalu melindungi data penting dengan password maupun enkripsi dan mengganti password dalam skala waktu tertentu, agar kerahasiaan password anda terjamin dari berbagai ancaman pembobolan data.

  • Simpan data di penyimpanan online

Untuk menyimpan data tidak hanya dilakukan dengan cara offline saja, akan tetapi seseorang bisa menyimpan data dengan cara online. Cara yang digunakan biasanya adalah di email atau penyimpanan data milik google yaitu google drive.

  • Menghapus jejak history ataupun cookies

Pada saat selesai mengakses di internet sebaiknya anda tidak lupa agar menghapus history ataupun cookiesnya. Cara ini dilakukan agar apa yang anda lakukan di internet tidak bisa di deteksi ataupun di akses kembali oleh pihak-pihak yang ingin membobol data anda.

 

Bisa kita lihat sekarang sudah banyak berita di media online tentang penyebaran virus-virus yang berbahaya untuk keamanan data. Dimana internet sangat berperan penting dalam aktivitas manusia saat ini.  Sehingga banyak sekali pihak-pihak yang mencari kesempatan untuk dengan mudah mencuri ataupun mengambil atau membobol data-data rahasia seseorang untuk kepentingan pribadinya.

Kita harus tahu sekarang juga banyak sekali rawan terjadinya penyadapan data yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan kepentingan pribadinya. Data-data yang menggunakan internet untuk mengaksesnya misalnya internet banking ataupun belanja online. Dalam kegiatan ini banyak sekali data-data penting yang digunakan, jelas saja data-data tersebut merupakan data-data penting untuk seseorang yang menjadi peran dalam melakukan pengaksesan tersebut. Data yang dikirim dari komputer kita atau pengguna ke komputer server penyedia jasa layanan, data-data tersebut kita kirim melalui komputer yang ada di jaringan internet . Nah, pada saat melewati komputer-komputer itu sering sekali terjadi rawan penyadapan data. Selain itu juga pasti data-data kita juga  rawan untuk terkena virus yang dapat merusak data dan dapat terkena virus yang bekerja sebagai spyware. Spyware dapat bekerja merekam aktivitas yang kita lakukan, merekam tombol-tombol apa saja yang kita ketikkan dan selanjutnya spyware bekerja mengirimkannya kepada pihak-pihak tertentu yang mancari keuntungan pribadi di internet. Karena dalam mengakses terhubung dalam internet maka sebuah data pada komputer ataupun laptop sangat rawan sekali untuk terjadi penyadapan data oleh pihak tertentu untuk  mengambil kepentingan pribadinya.

Dalam hal ini ada dua bentuk aktiivitas terhadap jaringan komputer yaitu hacking dan cracking. Hacking bisa didefenisikan sebagai usaha untuk memasuki sebuah jaringan atau untuk mencuri kelemahan sistem secara ilegal. Biasanya orang yang melakukan hacking disebut dengan hacker sedangkan cracking dapat didefenisikan sebagai usaha untuk memasuki jaringan secara ilegal dengan tujuan untuk kepentingan pribadi, misalnya mengubah, menghancurkan file atau data dan mencuri data yang disimpan pada komputer. Biasanya orang yang melakukan cracking disebut dengan cracker.

Nah, ini ada beberapa metode yang dapat digunakan oleh seorang pelaku hacker dan cracker untuk menyusup atau mengambil data ke sebuah jaringan komputer antara lain yaitu sebagai berikut :

  1. Spoofing

Spoofing adalah penyusupan dengan cara memalsukan identitas user atau penggun, sehingga pelaku cracker dapat dengan mudah login dan mengakses sebuah jaringan komputer secara ilegal. Dalan pemalsuan identitas user menyebabkan seorang pelaku hacker menjadi seolah-olah sebagai seorang user yang asli.

  1. Scanner

Scanner memiliki kerja untuk secara otomatis mendeteksi sistem keamanan sebuah jaringan komputer dan bisa dilakukan pada jaringan lokal ataupun komputer di jaringan lain di sebuah kota bahkan negara lain, misalnya jaringan komputer di Singapura dapat melihat kelemahan sistem keamanan sebuah jaringan yang ada di negara kita Indonesia.

  1. Password Cracker

Cara kerja password cracker yaitu membobol ataupun menghancurkan sistem keamanan password meskipun password yang digunakan dalam bentuk di enkripsi atau berupa pengkodean.

  1. Sniffer

Cara kerja sniffer adalah untuk dengan monitori jaringan komputer. Sniffer juga bekerja sebagai penganalisis jaringan untuk menangkap semua lalu lintas ataupun jalannya paket data yang melalui jaringan.

  1. Destructive Cracker

Cara kerja destructive cracker berupa virus yang dibuat untuk menghancurkan data-data.

 

Dari metode di atas dapat kita cegah dengan menggunakan beberapa teknik pengamanan data pada jaringan komputer yang bisa digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Internet Firewall

Cara kerja internet firewall ini adalah mengidentifikasi data dalam suatu jaringan agar tidak mudah diakses ataupun dibobol oleh pihak lain yang terkoneksi pada jaringan tersebut. Firewall juga mempunyai fungsi untuk mengontrol dan mengendalikan siapa saja yang mengakses di jaringan tersebut, sehingga data dapat terlindungi dan terjamin keamanannya dari pihak ilegal yang ingin sembarangan mengakses dan mencari kepentingan pribadinya.

  1. Enkripsi

Teknik pengamanan ini biasanya memanfaatkan cara kerja sistem pengacakan. Dalam cara kerjanya yaitu dapat melakukan perubahan kode yang tidak bisa di mengerti atau dipahami atau tidak terbaca. Enkripsi juga dapat diartikan sebagai kode atau chipper.

  1. Kriptografi

Kriptografi berupa tulisan rahasia. Dimana dapat didefenisikan sebagai ilmu sekaligus seni atau kode untuk menjaga keamanan pesan (message). Tetapi biasanya kriptografi dilakukan untuk penyelidikan tentang kode rahasia. Teknik kriptografi dapat mengubah data menjadi berbeda dari aslinya dengan menggunakan algoritma matematika sehingga orang yang tidak mengetahui kuncinya tidak akan dapat membongkar data tersebut.

Agar pesan tidak dapat dimengerti maknanya oleh pihak lain, maka pesan disandikan ke bentuk lain. Bentuk pesan yang tersandi disebut dengan Chipperteks (chippertext) atau Kriptogram (cryptogram). Chipperteks harus dapat ditransformasikan kembali menjadi pesan yang dapat dibaca atau Plainteks.

Proses penyandian plainteks menjadi chipperteks disebut dengan Enkripsi (encryption) atau (enciphering) sedangkan pengembalian Chiperteks menjadi Plainteks disebut dengan Dekripsi (decription) atau (deciphering).

Baiklah, saya rasa tulisan saya ini cukup membantu anda untuk lebih berhati-hati menjaga keamanan data yang sangat penting dan bersifat rahasia pada komputer ataupun laptop anda. Semoga tulisan saya dapat bermanfaat untuk nantinya anda bisa belajar bagaimana cara mengamankan data-data yang ada pada komputer ataupun laptop anda. Jika ada kekurangan ataupun kesalahan kata-kata saya mohon di maafkan. Sekali lagi semoga tulisan saya ini bermanfaat yaa guys.q

Comments

comments

About betty inggi safitri

betty inggi safitri
Nama : Betty Inggi Safitri T.T.L : Sei Glugur, 07 Mei 1996 Alamat : Dusun III Sei Glugur Kec. Pancurbatu Kab. Deli Serdang Prov. Sumatera Utara Status : Mahasiswi di STT Poliprofesi Medan

Tutorial Lain

Tips Memulai BISNIS ONLINE

Sebelum memulai bisnis ini alangkah baiknya kita coba mengartikan atau mendefinisikan apa itu “Bisnis Online….?” …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *