Home / Internet / Banyak Membaca Buku sebagai Alternatif Meredam Informasi Hoax

Banyak Membaca Buku sebagai Alternatif Meredam Informasi Hoax

Perkembangan internet bertumbuh sangat pesat, hampir setiap orang di dunia ini dapat mengakses internet dengan lebih mudah. Berbagai informasipun sangat mudah untuk diakses, dari yang sepele sampai informasi yang sangat detail. Cukup dengan internet kita bisa belajar dan memahami berbagai macam hal.

Namun dunia internet merupakan dunia yang bebas, dunia baru yang belum memiliki aturan dan pagar pembatas. Setiap pengguna bisa membuat dan menyebarkan informasi apapun, tanpa peduli baik buruknya. Pada akhirnya informasi di dunia internet bertebaran begitu banyak, bagaikan banjir bandang yang siap menghanyutkan apapun yang dilaluinya. Pertanyaanya, adakah yang salah dengan fenomena semacam itu? Jawabanyan tentu saja “TIDAK”.

Semakin banyak informasi tentu saja semakin baik, karena dalam informasi pasti ada ilmu yang bisa kita pelajari didalamnya. Namun banyak informasi juga akan membuat kita semakin bingung menentukan arah. Kita akan terombang ambing, bagaikan sampah yang hanyut di terjang banjir bandang. Karena itu kita butuh pegangan atau sebuah tanggul untuk menghadang terjangan banjir itu. Meskipun adakalanya banjir masih membasahi kita, paling tidak kita tidak akan terhanyut olehnya.

Sebagai Netizen, Anda pasti sangat familiar dengan istilah “informasi HOAX” atau informasi bohong. informasi semacam ini di katakan bohong karena tidak ada bukti dan sumber yang jelas. Lebih parahnya informasi ini penyebarannya sangat cepat, bagaikan banjir bandang yang berbahaya seperti yang saya ungkapkan diatas. Tanpa pegangan atau tanggul yang kokoh kita pasti akan terhanyut olehnya. Karena itu untuk menghadapi fenomena alam didunia baru ini kita WAJIB mempunyai pegangan dan membuat tanggul yang kokoh.

Salah satu pegangan dan tanggul yang sangat disarankan adalah dengan membaca buku. Kenapa harus buku, bukankah dengan internet informasi yang di tulis dalam buku sangat mudah dan gratis untuk di peroleh?. Pasti anda akan berpendapat semacam itu, wajar saja karena anda itu seorang Netizen.

Namun, sebagaimana yang telah kemukakan di awal tentang fakta dunia ini yang begitu bebas dan tanpa pembatas. Ditambah dengan fenomena “informasi HOAX”, informasinya kurang begitu bisa di pertanggungjawabkan. Hal tersebut sangat berbeda dengan buku. Para penulis buku tidak akan menulis buku asal – asalan, mereka akan melakukan riset yang mendalam.

Kita dapat melihatnya dalam lembar daftar pustaka dari sebuah buku, tidak mungkin seorang penulis hanya berpatokan pada satu atau dua sumber saja. Karena itu sangat beresiko untuk penulis itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui menulis adalah salah satu bentuk ungkapan untuk berpendapat tentang suatu hal. Oleh sebab itu penulis akan melakukan riset sebelum menuangkan idenya dalam sebuah tulisan. Mereka membangun benten perlindungan apabila ada yang menyerang pendapatnya. Selain itu, riset bagi penulis sangat berkaitan erat denga reputasinya.

Perlu kita ketahui bahwa Penulis adalah sebuah profesi. Dan untuk menjaga jenjang karir, reputasi adalah hal yang paling utama. Alasan berikutnya kegiatan menulis dan buku adalah sebuah bisnis yang besar. Aturannya jelas, penulis akan menulis sebuah buku kemudian tulisan akan di terbitkan dan di sebarkan oleh penerbit. Coba bayangkan andai saja penulis menulis asal – asalan, pasti dia akan sulit untuk menerbitkan bukunya. Imbasnya pendapatannya pasti akan sangat kecil. Bagi penerbit, jika menerima dan menerbitkan buku yang isinya tulisan buruk mereka pasti akan merugi. Rugi secara materi dan kepercayaan pasar, sebab pasar pasti akan menolak produk yang buruk.

Dengan alur rantai semacam itu, bagi saya sebagai salah seorang Netizen. Buku adalah pegangan dan tanggul yang sangat kokoh untuk menghadang terjangan banjir informasi di dunia kita yang baru ini. Dunia internet menyediakan berbagai hal yang mudah dan instan. Semua yang instan itu sangat rapuh, dan beresiko tinggi. Hanya proses¬† yang panjang membuat kita kokoh, karena proses membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Seperti kata pepatah “tidak ada yang instan, semua butuh proses”. Ayo budayakan membaca buku setiap hari walau hanya satu lembar.

Comments

comments

Tutorial Lain

Cloud Computing, Keamanan Cloud Computing : Manfaat, Risiko dan Kontrol

Cloud computing atau ‘komputasi awan’ menyajikan model baru untuk layanan teknologi informasi yang melibatkan jaringan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *